Langsung ke konten utama

Resto Indonesia modern

Ruang Rempah

Landing page restoran bernuansa hangat-gelap yang membuat foto makanan jadi bintangnya, dan mengarahkan tamu langsung ke reservasi WhatsApp.

Tangkapan layar halaman Ruang Rempah di desktop

Kedua tangkapan layar di atas diambil langsung dari halaman aslinya, bukan gambar mockup.

Tantangannya

Restoran menjual pengalaman, dan pengunjung memutuskan dalam hitungan detik dari foto pertama yang mereka lihat. Situs resto yang dibangun dari template biasanya gagal di titik ini: layoutnya bisa dipakai bengkel atau toko bunga tanpa ada yang berubah, dan fotonya tenggelam di antara elemen dekoratif.

Yang dibutuhkan: halaman yang terasa seperti masuk ke ruang makannya sendiri, dan yang menuntun tamu ke satu tindakan saja, yaitu memesan meja.

Yang dikerjakan

Suasananya dibangun dari gelap-hangat: latar cokelat pekat, aksen vermillion, dan tipografi tegas. Efeknya, foto makanan tampak seperti disorot lampu meja, bukan seperti gambar di katalog.

Menu andalan tidak ditumpuk sebagai daftar. Kartunya saling menimpa dan mengecil saat digulir, jadi pengunjung berhenti sebentar di tiap hidangan alih-alih melewatinya. Nama-nama hidangan berjalan melintang di sela bagian halaman, kecepatannya mengikuti kecepatan scroll pengunjung. Digulir cepat, jalannya ikut lebih hidup. Dan untuk pengunjung yang mematikan animasi di perangkatnya, ia berhenti sepenuhnya.

Setiap section punya satu tujuan yang jelas: galeri untuk meyakinkan, cerita untuk membangun kepercayaan, lokasi untuk memudahkan datang, dan form reservasi yang mengirim detail meja langsung ke WhatsApp restoran tanpa perlu aplikasi tambahan.

Hasil terukurnya

Panel di bawah menampilkan hasil ukur halaman ini apa adanya, bukan target yang saya harapkan. Fotonya sendiri dikirim dengan ukuran yang menyesuaikan lebar layar pengunjung, jadi halaman ini tetap ringan walau isinya gambar semua.

Hasil pengukuran halaman ini

Diukur pakai alat penilai yang sudah ada di dalam Google Chrome, jadi Anda bisa mengujinya sendiri di halaman ini (namanya Lighthouse, ada di menu developer tools). Nilainya 0 sampai 100, makin tinggi makin baik. Pengujiannya disetel seperti dibuka dari ponsel dengan sinyal pelan, bukan dari komputer kantor.

Kecepatan (Performance)
97 / 100Seberapa cepat halaman tampil dan bisa dipakai. Ini yang menentukan pengunjung bertahan atau menutup tab sebelum halaman muncul.
Aksesibilitas (Accessibility)
100 / 100Seberapa bisa halaman ini dipakai orang dengan keterbatasan. Misalnya lewat pembaca layar, atau hanya dengan keyboard tanpa tetikus sama sekali.
Kesiapan mesin pencari (SEO)
100 / 100Seberapa siap halaman dibaca dan dipahami mesin pencari. Ini fondasinya; peringkat di Google tetap butuh konten dan waktu.

Angka di atas hasil ukur versi terbaru halaman ini, bukan target yang saya harapkan dan bukan perkiraan. Kalau ada yang belum pernah saya ukur, yang tertulis “belum diukur”.